Ngentot Tante Diana | Tempat Download Video Bokep Foto Bugil Nonton Bokep Streaming Foto Hot Cerita dewasa Terlengkap

Diposkan oleh Om Kumis on Senin, 17 Desember 2012





Tanpa menjawab, aku langsung memeluk Tante Diana dengan lembut, dia mengusap-usap pungungku, dan menciumi leherku dan pipiku. Tubuhku tambah merapat ke tubuh Tante Diana, sementara tanganku membelai-belai rambutnya. Tegangan semakin tinggi,...

dan dengan sengaja tubuhku kurapatkan ketubuhnya, sekarang posisinya Tante Diana sedang memangku diriku, kurasakan dadaku bersentuhan langsung dengan kedua payudaranya sekaligus sambil kuciumi lehernya. Tante Diana yang sudah mulai terangsang, dan tanpa berkata apa-apa langsung merebahkan diriku, tangannya sudah mulai bereaksi melorotkan celana pendekku dan celana dalamku sambil menyambar penisku yang sudah tegang, kemudian langsung dikocok-kocok dengan lembut, tidak mau kalah dengan tanteku. Tanganku semakin leluasa meremas-remas rambut dan payudara sekaligus kuciumi rambutnya yang semakin menambah nafsu birahiku.Penisku yang sedari tadi dikocok-kocok dengan lembut, kemudian dia menungging menjilati penisku.

"Auh..uh..!" rintihku menahan kenikmatan yang telah diberikan Tante Diana kepadaku. Penisku dikenyot-kenyot sampai berwarna merah menahan kenikmatan,

"Ah.. auh.. Tante.., aku sudah nggak tahan Tante..!"

Tante Diana bahkan tidak menjawab, malah semakin keras menyedot penisku. Tubuhku semakin mengejang dan tapa bisa kubendung lagi, keluarlah cairan putih kental ke mulutnya, sambil tergolek lemas tanganku masih tetap menjambak rambutnya yang sudah tergerai tidak beraturan. Tante telan semua cairan spremaku. Tante Diana memelukku, menciumiku, dia tersenyum melihat tingkahku yang salah tingkah.

"Tidak usah takut ya sayang.., gimana rasanya?"

"Enak Tante, tapi Roy takut Tante!" jawabku dengan perasaan belum tenang.

"Sudahlah.., tidak apa apa sayang, Tante tidak mungkin hamil oleh kamu sayang? Tante mandul sayang, sudah kamu tenangkan dulu pikiranmu, nanti Tante ajari yang lebih enak."

Kemudian dia menciumku dengan lembut, membuka dasternya sehingga terlihatlah payudaranya yang besar (Tante bilang ukurannya 36B), puting susunya kecil tapi menonjol seperti buah kelereng yang berwarna coklat kemerah-merahan.

"Roy sayang sini pegang payudaranya Tante gih.!"

"Iya Tante?" jawabku kemudian langsung aku pegang membelakangi, jadi Tante dapat bersandar ditubuhku, sedangkan aku dengan leluasa menciumi rambutnya dan kedua tanganku meremas-remas payudaranya, penisku kedekatkan ke pungung Tanteku. Rupanya Tante tahu yang kumaksud, Tante gusel-guselkan rambutnya persis dikepala penisku rambutnya yang lebat dan harum berserakan menutupi penisku. Kemudian aku putar tubuh Tante, kuciumi bibirnya lama sekali hampir lima menit kulakukan, kemudian kuciumi payudaranya kiri dan kanan dan kuremas-remas terus bergantian.

"Aghh.., aghh.., aghh.." Suara itu keluar dari mulut tanteku di iringi dengan suara dari mulutku yang terus menghisap kedua payudaranya (Tante tidak memperbolehkan aku menghisap vaginanya, dikarenakan Tante mengangap kotor dan jijik aku sih oke-oke aja sih). Begitu seterusnya hingga,

"Udahh, aghh, aghh.. masukin aja punya kamu sayang". Aku rebahkan tanteku kemudian kusibakan rambutnya kedepan sehingga payudaranya tertutup rambutnya, kuelus-elus vaginanya Tante yang sudah basah dan merah, penisku dipegangnya dibimbingnya masuk kelubang tersebut.

"Sleb.. sleb..!" Sambil kupompa, kuputar-putar di dalam mengikuti gerakan pantat Tante, sambil terus memompa bibirku dan bibir tanteku bertahutan terus seperti sepasang kekasih yang tidak mau lepas sedangkan tanganku meremas-remas payudaranya yang masih tertutup rambutnya.

"Aduh.. Roy, terus.. Roy" sambil tangan Tante meremas pantatku. Penisku semakin mengeras, sementara vagina Tante terasa berdenyut. Mungkin sudah sekitar lima belas menit kami berpautan.

"Oh.. Roy.. oh.. sayang.., aduh enak Roy..Tante nggak tahan say.." rintih Tante. Akupun semakin bernafsu memompa penisku ke vagina Tante. sampai kedua tubuh kami mengejang dan memyemburlah cairan spermaku yang kedua kalinya di vagina tanteku, kami berdua telah menikmati puncak orgasme sampai benar-benar habis, dan baru kucabut penisku setelah kami kelelahan.

Kemudian Tante bangun menjilat-jilat penisku dan membersihkan sisa spermaku. Setelah itu kami berdua menuju ke ruang tengah, aku duduk membelakangi Tante Diana dalam keadaan telanjang bulat.

"Bagaimana Roy, puas enggak sama Tante..?" tanya Tante Diana sambil menarik tanganku kemudian meletakkannya di payudaranya.

"Enak Tante, punya Tante enak Tante, makasih ya Tante" sahutku

"Tante senang, bahagia kalau sayang puas. Tante sebenarnya sudah lama pingin sama Roy, tapi Tante takut.., iya kalau mau, kalau enggak tante kan yang malu sayang."

"Cium Tante sayang".

"Emh.. uah.. emh.. uah, rambut Tante cium juga dong sayang emh.. uah" sahut Tante sambil tersenyum manis padaku.

"Tante, Roy sayang sama Tante.. emh.. uah"

"Iya, Tante juga sayang kok ama Roy, tapi Roy? Tante masih pingin, Roy mau engak..?" tanya Tanteku manja sambil memegang penisku.

"Jelas mau dong tante, Roy kan sayang banget sama Tante, tapi Tante janji ya sama Roy".

"Janji apa sayang"

"Rambut Tante yang panjang ini, jangan dipotong ya.. Tante, ya.. Roy suka Tante" jawabku. Kulihat Tante menyibakkan rambutnya kedepan tergerai memenuhi dadaku, harum wanginya . dengan tersenyum Tante menjawab :

"Iya ini buat anak Tante yang tersayang kok, Tante janji tidak akan Tante potong justru nanti mau Tante panjangin buat Roy, tapi nanti Roy yang nyisirin rambut Tante tiap hari ya sayang"

"Terus anak Tante minta apa lagi ya.. ama Tante" sambil mencium bibirku.

"Roy mau Tante pakai baju yang sexy, soalnya Roy seneng liat payudaranya Tante yang besar itu sama lihat vaginanya Tante yang banyak bulunya itu.. lho tante?" kataku sambil memegang payudaranya dan vaginanya Tante.

"Uuhh.. nakal ya sama Tante, iya Tante nanti tiap hari pakai baju yang sexy, kalau tidak Tante biar tidak pakai baju aja biar anak Tante seneng bisa liat punya tantenya, Roy sayang juga boleh kok.., menyetubuhi Tante tiap hari, pokoknya..? kapanpun Roy mau..? dimanapun..? Tante siap gelayani Roy..ya sayang.., sudah Roy tidak ada permintaanS lagi sayang..?"

"Enggak Tante, Tante makasih ya Tante, Roy sayang sama Tante" sahutku sambil memandang tanteku. Setelah beristirahat, kami melanjutkan persetubuhan kami sampai jam 3 pagi. Setelah itu kami tertidur dalam keadaan telanjang bulat, keesokan harinya kami lakukan lagi persetubuhan tersebut dan tidak terhitung berapa kali kami bersetubuh.



Ngentot Tante Diana

based on 99998 ratings.

5 user reviews.

.