Lebih Nikmat Pembantu | Tempat Download Video Bokep Foto Bugil Nonton Bokep Streaming Foto Hot Cerita dewasa Terlengkap

Diposkan oleh Om Kumis on Jumat, 21 Desember 2012





Dulu ketika kami masih tinggal di Tebet, di sebuah gang yang namanya sungguh indah, Gang Anggrek, yang padahal jalannya tidak diaspal dan bila hujan langsung segera becek! Isteriku punya beberapa tetangga dan teman-temannya yang sering-sering rapat perkumpulan wanita. Terkadang mereka juga rapat di rumah kami. Dan kalau rapat dengan beberapa orang kaum ibu, maka aku-pun harus menghindar, harus pergi sampai rapat mereka selesai dan bubar. Tentu saja aku juga kenal dengan kaum ibu teman-teman isteriku itu. Tetapi hanya kenal begitu saja, tak ada urusannya dengan rapat mereka sesama satu organisasi. Di antara kaum ibu itu, tentu saja ada yang merasa saling dekat dengan isteriku. Sehingga bisa saling mencurahkan pikirannya satu sama lain.

di antara kaum ibu itu, ada yang masih muda, ada yang setengah baya. Ada juga yang cantik sekali dan seksi. Diam-diam, aku sering memperhatikan ibu Neni yang cantik dan seksi itu. Dia masih muda, punya anak dua. Satu laki-laki dan satu perempuan. Kulitnya kuning, kalau pengarang lama mungkin menuliskannya kuning-langsat, atau kuning-duku, atau kuning-kencana. Rambutnya tebal, dan matanya hitam besar, alisnya juga tebal. Bila tertawa ada lesung pipitnya, dan tampak berbaris gigi yang putih mengkilat, dan bibirnya, bibirnya bercahaya basah, penuh delima merkah. Dan dadanya penuh mengemban dua bukit yang tajam. Betapa cantiknya dia. Terpikir pada saya, betapa suaminya ini bahagianya. Betapa beruntungnya suaminya itu, dapat isteri yang demikian cantiknya, begitu menariknya. Dan pula menurut cerita isteriku dan juga yang kuketahui, Bu Neni orangnya sangat baik, bertanggungjawab kepada keluarga dan setia kepada rumahtangga dan seluruh keluarganya. Maka lengkaplah kalau begitu kebahagiaan suaminya itu, mau apalagi!

Suaminya itu kami panggil Pak Radi, seorang pegawai biasa di suatu bank swasta. Samasekali tidak kaya, tetapi bukan pula orang miskin. Dan agak tidak begitu sejajarlah kalau mau memperbandingkan Pak Radi dengan Bu Neni. Bu Neni sangat cantik. Tapi Pak Radi orangnya gemuk, pendek dengan kepala agak botak. Sulit membayangkan dulu itu, bagaimana kok jadinya Bu Neni dan Pak Radi jadi suami isteri! "Semestinya" Bu Neni itu suaminya gagah, besar tinggi, berkumis, dan kaya atau berpangkat. Ini kok hanya Pak Radi, pegawai biasa, dan tidak pula gagah dan menjadi idaman para wanita muda atau gadis-gadis kota seperti Jakarta ini. Bahkan dalam pikiran saya "yang tidak bersih ini" alah berapa lama sih tahannya rumahtangga itu, nanti juga siapa tahu Bu Neni dilarikan orang lain, tinggallah Pak Radi. Atau Bu Neni kecantol sama pria gagah dan kaya serta berpangkat, lalu Pak Radi merana membawa cintanya yang menyedihkan............

apabila bu Neny isteri pak Radi.. keluar rumah .......maka ......terciptalah kisah ini.................................... .................................................. ........................

pak radi yang pendek gemuk dan botak ini betah dirumah.....karena dirumah ada iyem...pembantunya yang masih muda umurnya sektar 17 tahun.....iyem tidaklah cantik....perawakannya biasa biasa saja....kulitnya hitam....walaupun wajahnya hitam tapi mulus....tidak ada sebiji jerawatpun yang nangkring disana.....,ia amat hormat dan segan pada keluarga ini.........

iyemm.....panggil pak radi....nggih pak.....jawabnya segera ...mendengar namanya dipanggil....pijetin aku yo nduk......

dengan tertunduk malu iyem mendekati tuannya......tapi jangan disini dikamar aja yo?.....iyempun masih tertunduk ia nampak manut aja.......

aksi pijatpun tercipta...pak radi tengkurap dan iyem duduk dipinggiran ranjang sambil tangannya memijati betis pak radi....dipunggung ini....juga ..yem..., iyempun menaikkan tubuhnya mengikuti perintah majikannya utk memijat bagian punggung dan pundaknya.....

mulamula tangan pak radi diletakkan diatas paha iyem....iyem diam saja....tangan pak radi mengelus ngelus paha iyem....iyem masih diam juga....., tangan pak Radi mulai bergerilya.....masuk keselah selah paha iyemmmmm...iyem mulai bereaksi....ia mengepitkan kedua pahanya agar tangan pak radi tidak sampai menyentuh kemaluannya......

tapi pak radi tidak gampang menyerah.....dalam posisi masih tengkurap tangan kanannya pun mengulangi bergerilya.......

dielusnya kembali.......paha iyem...dipaksakannya tangannnya masuk kedalam selangkangan iyem.......mungkin karena iyem juga keenakan atau takut tuannya marah....maka dibiarkannya tangan itu menerobos masuk kebagian terlarangnya......rupanya jari tengah pak radi yang saat ini aktif......di sentuhnya perlahan kemaluan iyem.....

iyem mulai menggelinjang....nafasnya sudah tidak teratur....dan pak radi tau itu.....ahirnya pak radi membalikkan badannya........di tariknya iyem naik ketempat tidurnya......iyem manut saja.....di plorotkan roknya.......dilepaskan celananya ......iyem...masih aja diam...

pak radi mendapat angin segar.......didepannya telah terpampang pemandangan yang betul 2 indah menurutnya....

airliurnya ditelannya.....glk glk.....ahirnya kemaluan pak radi mengoyak ngoyak keperawanan iyem.....

achhhh...hanya erangan kecil yang terdengar manakala kepala kemaluan pak radi menembus selaputdaranya.....ssshhhhhhhhh desis iyem...sambil menggigit bibir..

kejadian ini berlangsung berulang kali ...bila buNeni alias bu radi.... tidak dirumah........

Suatu kali Bu Neni datang ketika tidak ada acara rapat. Mereka ngomong-ngomong di dapur seperti biasa. Tetapi agaknya sekali ini tidak begitu gembira. Karena omongannya agak pelan dan tidak ada acara tertawanya. Lalu kudengar suara agak keras, dan lalu melemah dan lama berdiaman. Sepertinya suasananya suram. Dan ketika aku melintas pura-pura lewat mau mengambil sesuatu di dapur, tampak Bu Neni menyandarkan kepalanya kepangkuan isteriku. Dan terdengar isakan tangisnya yang tertahan-tahan. Lalu tangan isteriku membelai kepala dan wajah Bu Neni, dan berusaha menghapus airmatanya. Wah, Bu Neni sesenggukan menangis, agak tertahan bunyi isakannya. Isteriku terdengar membujuknya.setelah mengantar bu Neny pulang kerumahnya isterikupun bercerita...

"Cobalah Pa, kau pikir. Masuk akal nggak, Pak Radi itu diam-diam ada main sama pembantunya, sama babunya sendiri, mbok Iyem gadis yang masih mengkal itu!". Aku terdiam lama, menjadi bodoh dan bengong. "Jadi bagaimana kelanjutannya, dan apa yang sudah terjadi?". "Ya, si Iyemnya sudah bunting, dan Pak Radi harus bertanggungjawab, harus mengawininya secara sah", katanya sambil dengan suara keras. "Apa Pak Radi mau, dan apa Bu Neni sedia dimadu atau dicerai?",- kataku. "Ya harus, dua-duanya. Pak Radi harus mengawininya, dan Bu Neni harus merelakannya atau dicerai. Itu saja, jalan lain sementara belum ada. Dan kami harus segera mengadakan rapat buat itu. Ini kan soal keluarga dalam satu organisasi juga",- kata isteriku dengan suara membela dan tegas.

Dan aku lagi-lagi bingung, bengong dan mungkin juga bodoh. Orang secantik Bu Neni yang dengan dada penuh, bibir basah, kulit kuning langsat, delima merkah melekat di bibirnya yang menggairah itu, lah, kok suaminya sampai ada main dengan babunya, yang pakai lipstik saja tak bisa! Jadi apa kurangnya Bu Neni yang begitu cantik itu. Jadi apa tidak cukupnya Pak Radi yang gila seks itu! Apa sih Pak Radi yang gemuk - pendek dan agak botak itu? Di mana sih menariknya dia! Tak cukup dengan Bu Neni lalu mbok Iyem jadi korban? Yang tadinya kusangka mula-mula, Bu Neni-lah yang punya bakat akan segera meninggalkan sipendek gemuk botak itu. Eh malah Bu Neni yang kelimpungan, menangis tersedu-sedu akan jadi korban dipermadu atau jadi janda kembang.aku tak habias fikir.....

ah,....hidup.......rupanya fisik sekarang bukan lagi ukuran....utk menggaet wanita.......buktinya cut memey juga menggaet suami orang...malah didukuni lagi......dan .....minta ampun...laki laki yang digilai cut memey itu.......heheheheheh

bagaikan langit dan bumi .....dengan cut memey....tapi kenyataannya???????



Lebih Nikmat Pembantu

based on 99998 ratings.

5 user reviews.

.