Mandi Bareng | Tempat Download Video Bokep Foto Bugil Nonton Bokep Streaming Foto Hot Cerita dewasa Terlengkap

Diposkan oleh Om Kumis on Minggu, 16 Desember 2012





Pembukaan gym yg bernama 'Body Fit' di kota Altema sangat meriah. Maklumlah ini merupakan satu-satunya gym di kota tersebut. Yg lebih hebatnya lagi Body Fit beroperasi 24 jam. Staff dan personal trainer bekerja dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam. Setelah lewat jam 8 malam,

akses ke gym tersebut harus memakai kartu magnetic khusus. Alex, seorang pemuda berumur 23 tahun sangat antusias...

. Dia ingin punya body yang cukup berotot biar banyak cewe yg tertarik kepadanya. Saat ini dia masih single. Saat ini Alex study jurusan akuntansi di malam hari

karena pagi sampai sore hari di bekerja sepagai pegawai tetap di sebuah perusahaan asuransi.

Sejak dibuka 6 bulan lalu, hampir setiap malam Alex ber-gym ria di Body Fit setelah pulang kuliah antara pukul 10 atau pukul 11. Biasanya saat-saat tersebut, orang jarang ber-gym. Jadi sepi sekali. Kalau ramai biasanya harus bergilir nunggu. Di gym tersebut sangat besar sekali. Barbel mulai dari yg ringan sampai yang paling berat. Terus ditengah-tengah ruangan

ada 8 treadmills, 5 sepeda, 3 rowing, di pinggir banyak alat untuk mengencangkan otot lengan dan kaki. Di sekelilingi ruangan tampak kaca-kaca. Di belakang tampak ruangan toilet wanita dan toilet pria. Sementara itu shower alias kamar bilas bersebelahan dengan toilet pria.

Shower dibagi antara shower pria dan shower untuk wanita. Masing-masing shower cuma dibatasi oleh tembok. Kapasitas shower untuk masing - masing pria dan wanita adalah 5 org. Jadi boleh dibilang cukup besar. Apalagi ada fasilitas air panas.

Suatu malam, waktu sudah menunjukan pukul 11.15 Alex baru saja selesai pulang kuliah, tampak 2 mobil diparkir di halaman depan. "Tumben hari ini, masih ada yang latihan." kata

Alex sambil menggesek kartu magnetic membershipnya. Pintu terbuka. Tampak 2 laki-laki sedang berpeluh keringat sambil running di atas treadmill. "Hello, Alex." teriak salah seorang laki-laki berbaju putih. Sementara laki-laki di sebelahnya menoleh kearahnya. "Iya seperti

biasa pulang kuliah. Agak telat hari ini. Maklum guruku datangnya telat malam ini." jawab Alex sambil memulai warming up.

Selesai warming up, Alex menuju cycling untuk meningkatkan staminanya. Tiba-tiba,"'Lex, sampai ketemu lagi." teriak laki-laki yg dikenal Alex dari kejauhan sambil membuka pintu depan. Alex cuma mengangkat tangannya. Suasananya nampak sunyi. Alex tampak sudah terbiasa dengan keadaan

yang sunyi. Setelah berpeluh keringat selama 1 jam, Alex nampak kelelahan. Kakinya perlahan-lahan berjalan menuju ke arah shower laki-laki. Alex tidak langsung mandi, tapi duduk di lantai shower sambil

menenangkan dirinya selama 10 menit. Kemudian dia berdiri, membuka bajunya dan celananya.

Ketika dia hampir membuka celana dalamnya, jantungnya hampir copot, karena pintu shower laki-laki diketuk dari luar. "TOKTOKTOK" Betapa kagetnya dia. Dia buru-buru memakai celana panjangnya.

"Iya, siapa di sana?" tanya Alex masih dengan berdebar-debar.

Pintu kemudian dibuka. Nampak wajah seorang wanita cantik sekali. Wajah seorang Latino. Rambutnya coklat tua dikepang. Mulut Alex terngangga. Nggak nyangka seorang wanita cantik dengan kaos ketat

berdiri di hadapannya. "Ehh, sorri menggagetkan anda. Saya salah seorang anggota dari gym ini. Ketika saya sedang menuju shower, ternyata shower wanita sedang diperbaiki." katanya sambil menyodorkan tanda "Shower ini sedang diperbaiki. Mohon maaf" kepada Alex. "Bolehkah saya shower

di sini?" tanyanya sambil tersenyum. "Iyaaa...silahkan." Alex nggak tahu harus berkata apa. Bidadari dari mana ini. Alex yang tadinya capai, nampak bersemangat. "Terima kasih." kata wanita

itu sambil menuju kearah shower laki-laki. "Oh, ya nama saya Jess." kata wanita itu memperkenalkan diri. "Saya Alex." Alex menjawab sambil melirik ke arah pantatnya Jess yang saat itu memakai celana olahraga yang cukup ketat. "Benar-benar padat berisi. Pengen sekali kuremas pantatnya

Jess." kata Alex dalam hati. "Kamu shower diujung sana. Saya diujung sini. Awas nggak boleh melirik atau melihat satu sama lain, ok. "kata Jess. Alex merasa penisnya mulai ereksi. "Ok" kata Alex sambil mulai membuka celana panjangnya. Kemudian dia mulai membuka keran air panas ditambah

air dingin sehingga air yg keluar dari shower tersebut menjadi hangat. Nggak lama kemudian dia juga mendengar Jess mulai membuka keran dari salah satu shower tersebut. Alex sebenarnya ingin melirik ke arah Jess, tapi dia urungkan niatnya. 'Lex, kamu kerja atau kuliah?" tiba-tiba Jess bertanya. "Saya kerja sambil kuliah. Saya kerja di perusahaan

asuransi." jawab Alex sambil mengelus-elus penisnya yang full ereksi. "Kalau kamu?" tanya Alex. "Kalau saya tidak kuliah, cuma kerja saja. Kerja saya dimulai dari jam 2 siang sampai jam 10 malam di sebuah restauran. "kata Jess.

Ketika Alex sedang menyabuni dirinya, sabun yang dipegangnya terlepas dari tangannya karena sabun tersebut licin. "Uuups...sorry Jess. Sabun saya terlepas. Bagaimana nih?" tanya Alex sambil melirik kearah Jess. Tubuh Jess yang basah bugil mulus dialiri air, nampak

membuatnya bergairah. "Sudah begini saja, deh kita boleh saling melihat tubuh masing-masing tapi nggak boleh disentuh atau dipegang. Setuju atau tidak?" kata Alex sambil berharap

cemas. Penisnya benar-benar tampak tegang sekali. Setelah 6 bulan olahraga, otot ditubuhnya mulai terbentuk. Penisnya ukuran 7 inch cukup besar apalagi kalau pas ereksi. "Boleh,

kalau kamu mau. Saya hitung sampai 3, kemudian kita balik badan. Siap??? Satu, dua, tiga." kata Jess sambil balik badan dan bersamaan pula Alex balik badan.

Mereka saling terdiam melihat tubuh bugil dihadapan masing-masing. Jess nampak melongo

melihat betapa besarnya penisnya Alex. Sedangkan Alex melongo melihat tubuh bugil dihadapannya. Buah dadanya Jess yang nampak bulat, besar ukurannya ditaksir 34D. Padat berisi, putingnya coklat muda tidak terlalu besar. Pengen sekali dia meremas dan menjilat putingnya. Vaginanya nampak bersih kecuali bulu jembutnya yang disisakan seperti garis lurus. Kemudian Alex mengambil sabun yang terjatuh di lantai. "Kamu seksi sekali." puji Alex. "'Lex, kamu sudah pernah melihat cewe bugil belum?" tanya Jess sambil tangannya meremas buah dadanya. "Kalau secara

nyata baru kali ini. Tapi biasanya lihat di internet atau di film." kata Alex jujur. "Terus, kalau sudah lihat, biasanya kamu ngapain?" pancing Jess lagi. "Iya, masa sih saya harus cerita ke kamu, malu ah..." kata Alex. "Ayo dong nggak usah malu." jawab Jess.

"Ehm...kok kamu ingin tahu?" tanya Alex. "Lho emangnya nggak boleh?" Jess balik bertanya.

"Masturbasi sambil melihat cewe telanjang di depan majalah atau di depan komputer." kata Alex malu-malu sambil memegang penis yang tampak mengacung di depan Jess.

"Boleh minta tolong nggak, 'Lex? Tolong dong sabunin tubuh saya?" tanya Jess tanpa malu-malu. "Lho katanya nggak boleh menyentuh tubuh masing-masing?" kata Alex sambil pura-pura menolak permintaan Jess. "Eh...kamu khan belum pernah khan menyentuh tubuh bugil wanita?" tanya Jess lagi sambil memancing-mancing Alex. Alex mengeleng-

ngeleng kepala. "Ayo neh kesempatan." kata Jess sambil berjalan menuju ke arah Alex. Alex menatap tubuh bugil Jess yang semakin mendekat dengan sedikit gemetar. Diambilnya sabun kemudian perlahan-lahan dari belakang punggungnya yang mulus tangannya mulai bergerak dari sekitar leher, punggung dan pantat. Pantatnya benar-benar padat berisi. Perlahan-lahan jari tangannya mulai bergerak ke arah belahan pantatnya. Sambil berjongkok Alex menatap selangkangan wanita untuk pertama kalinya. Rasanya dia pengen bermasturbasi melihat pemandangan seperti itu. Setelah itu dia menyabuni kakinya yang mulus. "Kamu benar-benar merawat tubuh kamu dengan baik." puji Alex. "Kuncinya cuma latihan di gym saja. Terus makan-makanan bergizi." kata Jess sambil membalik badan.

"Depannya sekalian juga dong..."kata Jess sambil tersenyum. "Iiya..." jawab Alex sambil berdiri tegak. Jess mengangkat tangannya ke atas. Alex kemudian menyabuni mulai dari tangannya, ketiaknya yang mulus tanpa bulu. Dengan sedikit gemetar tangannya Alex mulai 'bermain' di daerah buah dadanya Jess. Diremas-remas buah dadanya dan putingnya mulai yang sebelah kiri dan kanannya sambil pura-pura menyabuni. Jess tampak menggeliat akibat rangsangan. Putingnya mulai agak menegang dan membesar. Setelah itu perutnya, kemudian tangannya mulai bergerak turun ke arah vaginanya. Jarinya merasakan bulu-bulu hitam nan halus

vaginanya Jess dicukur sehingga menyisakan seperti garis lurus. Cukup lumayan lama juga Alex bermain-main di daerah vaginanya Jess sambil mencari-cari dimana letak klitorisnya. Maklum ini merupakan kali pertama Alex bersama seorang wanita.

Tiba-tiba Jess memegang penisnya Alex yang sudah tegang. "Penis kamu besar sekali." puji Jess. "Iya penis pria kalau sedang ereksi tampak besar." kata Alex tampak menahan birahinya. "Oh, ya umur kamu berapa 'lex?" tanya Jess. "Saya berumur 23 tahun." jawab Alex. "Kamu sendiri?" tanya Alex. "25" jawab Jess. Tangan mungilnya Jess masih mengocok penisnya Alex naik turun perlahan-lahan. "Aduh, saya mau ejakulasi nih..."Alex mendesah. Secara mendadak Jess berhenti mengocok penisnya Alex yang hampir mau ejakulasi. "Lho kok distop?" Alex bertanya. "Tenang saja, jangan buru-buru dikeluarin." Jess menjawab sambil kemudian dia duduk dilantai shower mengangkangkan kakinya yg mulus habis. Bibir luar vaginanya tidak besar.

"Coba yang mana yang namanya klitoris?" Jess bertanya. Alex mendekat. "Itu di bawah bulu kemaluan." jawab Alex sekenanya. Maklum dia belum pernah lihat cewe bugil secara nyata. Kemudian Jess menarik jari tangannya Alex sambil menuntun ke klitorisnya. "Ini yg namanya klitoris. Titik rangsangan pada seorang wanita. Coba kamu tekan kemudian kamu gerakan seperti ini..." Jess menjelaskan. Jess mulai mendesah, mengejang ketika jari telunjuk Alex memainkan klitorisnya. Sementara tangannya yang satu lagi, dia mencoba untuk masturbasi dihadapan Jess. Jess yang melihat itu menarik tangannya yang satunya lagi. Kemudian diarahkan jari telunjuknya Alex menuju lubang vaginanya. Jari-jari Alex cukup besar. Alex tahu apa yang dimaksud. Tanpa menunggu diperintah dimasukan jari telunjuknya ke liang vaginanya. Ternyata vaginanya sudah basah dengan lendir artinya vaginanya sudah siap untuk penetrasi. Alex benar-

benar sibuk. "Oooh...ooh...enak...teruskan 'Lex jangan berhenti...aah...

nikmat sekali." desah Jess sambil meremas-remas buah dadanya yang bulat dan padat...Kemudian Jess menarik jari telunjuknya Alex dari lubang vaginanya. Tanpa malu-malu langsung dijilat jarinya Alex yang penuh dengan lendir vaginanya. Tiba-tiba..."AAAAH..." jerit Jess sambil badannya bergetar.

"Betul-betul nikmat, sampai orgasme." kata Jess sambil telentang lemas di

lantai shower. Alex terduduk lemas juga, capai. Penisnya masih tampak tegang. Jess kemudian mendekat ke Alex sambil berbisik,"Pasti kamu belum pernah ngeseks khan?" Alex mengeleng. Dia mulai agak frustasi sepertinya Jess terus-terusan menahan dirinya untuk tidak ejakulasi.

"Tunggu sebentar. Saya mau ambil handuk saya dulu." kata Jess sambil berdiri. Jess kemudian berjalan menuju dia menaruh tasnya. Alex memejamkan matanya karena mulai lelah. Dia membayangkan bahwa dia bisa ngeseks dengan Jess. Ketika dia perlahan-lahan membuka matanya...Alex kaget setengah mati. Jess mengenggam sebuah pistol di tangannya. "Lho, Jess apa-apaan nih?" tanya Alex

sambil beringsut-ingsut menjauh. Tubuhnya sudah dibalut dengan handuknya yang berwarna pink. "Jess, jangan main-main dong. Kalau mau bercanda jangan pakai pistol." kata Alex sambil coba tersenyum walaupun sih dirinya ketakutan setengah mati. "AYO BERDIRI, LEX" jerit Jess. Matanya menatap tajam ke arahnya. Mukanya berubah menjadi garang. Tiada senyum. Alex tidak tahu apakah ini permainan atau sungguhan. Penisnya yang tadinya tegang menjadi lemas. "Jess kalau kamu mau duit saya atau handphone saya, silahkan ambil. Saya ikhlas. Apa sih maumu?" Alex mulai mengiba-iba. Jess tersenyum dingin dan Alex tampak bergidik melihat tatapan matanya yang tajam menusuk. Alex tahu ini bukan main-main.

Nggak lama kemudian terdengar suara "DOR DOR DOR"

Keesokan harinya, kota Altema digemparkan dengan penemuan mayat laki-laki bugil di Body Fit gym shower dengan 1 luka tembakan di dada, 1 luka tembakan di mulut, 1 luka tembakan di kepala. Sementara kepala korban hampir tidak dapat dikenali karena dihantam benda tumpul dan yang lebih sadis lagi, alat kelamin korban rusak. Polisi masih mencari motif pembunuhan sadis ini. Polisi hanya berhasil menemukan dompet yang kosong yang ditinggalkan pelaku. Polisi masih mencari beberapa saksi.

Dua hari setelah kejadian yang menggemparkan itu, seorang wanita tampak berlutut di sebuah pemakaman yang sunyi. Tangannya meletakkan seuntai bunga mawar dan sebuah surat kabar diletakkan bersebelahan dengan mawar tersebut.

"Ibu beristirahatlah dengan tenang. Saya sudah membalaskan kematian

ibu. Maafkan saya ibu." Wanita itu tampak menitikan air mata. Kemudian dia berdiri dan berlalu. Surat kabar yang mulai agak kusam tersebut di halaman depan headlinenya terbaca "SEORANG WANITA PEJALAN KAKI TEWAS DITABRAK PENGEMUDI YANG MABUK." Dibawah headline tertulis...pengemudi yang mabuk tersebut bernama ALEX...



Mandi Bareng

based on 99998 ratings.

5 user reviews.

.