Aku dan Ajeng | Tempat Download Video Bokep Foto Bugil Nonton Bokep Streaming Foto Hot Cerita dewasa Terlengkap

Diposkan oleh Om Kumis on Selasa, 18 Desember 2012



Aku mengendarai motorku di sore hari yang mendung itu, menuju kosan Ajeng. Ajeng, 21 tahun, adalah seorang mahasiswi di kampusku, berbeda jurusan denganku. Ajeng termasuk perempuan yang menarik, berbeda dengan perempuan2 jaman sekarang yang berdandan seragam dan heboh, dandanan dia termasuk cuek, dengan t shirt juga jeans belel, singkat cerita dandanannya sederhana, agak geeky tapi selalu terlihat menarik. Sikapnya blakblakan, kritis, senang bercanda dan cerdas.

Disamping itu bentuk fisiknya pun menarik, dengan bentuk muka bulat telur, rambut ikal panjang, mata yang besar dan senyum yang manis, maka tak heran jika banyak lelaki di kampusku menyukainya dan tertarik padanya. Paras wajahnya yang ayu menyiratkan bahwa dia memiliki darah jawa yang kental, walaupun dari lahir sampai SMA dia tumbuh di Jakarta. Tapi sayang, dia sudah memiliki pacar, pacarnya berumur beberapa tahun lebih tua diatas dia, seorang mahasiswa S2 di kampusku. Lalu aku ? Aku kenal Ajeng semenjak pertama kali masuk kuliah, bisa dikatakan kami cocok, pembicaraan kami selalu nyambung dan kami sangat akrab. Jangan dibilang bahwa aku adalah salah satu lelaki yang mengejar Ajeng, aku sudah memiliki pacar. Bahkan pacarku pun akrab dengan Ajeng. Walaupun sering ada gossip yang menimpa kami berdua, tapi pacarku tetap cuek, toh dia tahu dan akrab juga dengan Ajeng.

Akupun sampai di kosan Ajeng. Aku mengetuk pintu kamar Ajeng, tak berapa lama Ajeng keluar membukakan pintu untukku. “Eh elu, ayo masuk2…” sapanya. Ajeng mengenakan jeans belel, t shirt ketat dan kemeja flannel yang yang dia fungsikan sebagai jaket, tampaknya dia juga baru selesai kuliah.

“Ntar ya, gw cari dulu CDnya terus gw rip isinya” Kata Ajeng sambil membolak balik CD holder yang isinya ada ratusan CD itu. Aku bermaksud meminjam CD musik dari Ajeng. Kebetulan selera music pacarku dan Ajeng sama, dan pacarku mnyuruhku meminjam CD itu kepada Ajeng. Tapi rupanya Ajeng memilih untuk mengambil file lagu dari CDnya dan baru dikopikan ke Hard disk portable yang kemana2 selalu kubawa. Ya, lebih praktis, karena bisa saja CD itu dipinjam dan tak kembali lagi. Aku duduk di karpet kamar kosannya dan menyalakan rokok. Dengan sigap Ajeng memberiku asbak. “ Awas lho jangan sampe abunya kena karpet” dia mengingatkanku. Perlu diketahui bahwa Ajeng juga seorang perokok, jadi tidak apa2 merokok di kamarnya karena pacarnya pun sering merokok disana.

Tak berapa lama hujan turun dengan derasnya. Wah alamat bakal pulang telat nih..

“Lah… ujan ya ?” Ajeng melihat dari balik jendela

“Hooh, padahal tadinya gw mau langsung pulang” jawabku

“Yaudah, lu nunggu disini aja deh… gw bikinin kopi ya”

“Boleh2” akupun menghisap rokok dalam2 dan berpindah duduk di sofa yang menghadap TV.

5 menit kemudian Ajeng datang dengan dua cangkir kopi dan menaruhnya di meja kecil sebelah sofa. Tak berapa lama kami larut dalam obrolan, dan secara kebetulan Ajeng menyalakan TV, dan jadilah kita menonton DVD bersama.

Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, tapi tidak ada tanda2 bahwa hujan akan reda. Sudah beberapa batang rokok kuhabiskan sendiri, cangkir yang tadinya penuh dengan kopi pun sudah kosong. Akhirnya kami larut serius menonton film yang diputar di DVD player. Tiba2… aku merasakan ada yang aneh. Ajeng menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku kaget, ingin menghindar, tapi rasanya dia santai2 saja. Tangannya mulai menggenggam tanganku. Entah berapa lama kami berdua terdiam. tangan kami berdua saling menggenggam erat.

Dan dia berbisik kepadaku “Kamu bau rokok….. aku suka laki2 yang bau rokok….”

Kakinya tiba2 naik ke sofa dan dia berlutut sambil menciumi leherku. Terus terang aku merasa tidak nyaman. Sebagai laki2 jelas aku menginginkan hal ini terjadi, tapi sebagai teman baik dan laki2 ang memiliki pacar, aku merasa hal ini salah. Aku menahan tubuhnya dengan memegang bahunya erat2. Aku berusaha menjauhkan tubuhnya.

“Kenapa ?” tanyanya memelas.

“Jeng, kamu ngapain ? “ Aku menatap matanya dalam2.

Tiba2 Ajeng tersenyum kecil dan berkata kepadaku “ Kiss me once, and I promise I won’t do something like that again”. Tangannya tetap menggenggam tanganku.

Aku ragu2 dan Ok, kupikir, one kiss won’t hurt anybody. Kepalaku mendekati kepalanya, dan kami pun mulai berciuman. Pertamanya pelan2 dan lama2 aku makin terbawa suasana. Kami berciuman dengan panas. Kami berpelukan erat dan saling memagut bibir, kami pun bergumul diatas sofa. Tanganku sibuk menyelusup masuk kedalam t shirt nya, berusaha untuk membuka pakaiannya. Tanpa disuruh Ajeng membuka t shirtnya. Buah dadanya yang indah itu dilindungi oleh BH berwarna hitam dari pandanganku. Akupun membuka t shirt ku sementara Ajeng mengambil posisi woman on top dan membuka celana jeansnya. Ajeng menciumi leherku, tapi sementara dia melakukan itu, tiba2 di dalam pikiranku terbayang pacarku dan pacar Ajeng. Apa yang akan mereka lakukan bila mereka mengetahui kejadian ini ?

Aku mendorong bahu Ajeng, menjauhkannya dari tubuhku. Ajeng terdiam dan dia terduduk di atas pangkuanku.

“Kenapa ?” tanyanya dengan ekspresi muka yang memelas

“Gw ga bisa jeng…. “

Tiba2 Ajeng membuka BHnya, buah dadanya tampak indah dan proporsional.

“We can’t undo this” katanya tersenyum nakal. Dia pun maju agar bibirnya dapat meraih bibirku. Aku tak dapat mengelak lagi. Aku pun sudah terbawa dalam suasana yang dibangun olehnya. Sembari mencium bibirku, dia mulai membuka ikat pinggangku, dan tanpa disuruh, aku pun membantunya melepaskan celanaku dan celana dalamku. Bibir ajeng menyusuri badanku, dari bibir, leher, dada, perut, sampai ke penisku. Damn, this is the best oral sex ever. Permainan lidahnya membuatku geli, dia menciumi penisku dari ujung ke ujung. Sadar bahwa perlakuannya bisa membuatku ejakulasi lebih cepat, dia menghentikannya dan mulai membuka celana dalamnya. Dengan pelan2 dia mengarahkan lubang vaginanya ke arah penisku. Aku dalam posisi tidur terlentang di atas sofa dan di diatas tubuhku, Ajeng bergerak secara perlahan, tangannya menggenggam erat kedua tanganku.

“mmmh… ahhh….” Suara erangan Ajeng membuatku semakin bernafsu dan setengah mati mencoba menahan orgasmeku. Penisku menegang sejadi2nya. Untung saja Ajeng tidak mempercepat goyangan badannya. Dia bergerak naik turun dengan pasti walaupun lambat. Aku tidak tahan. Lalu aku duduk dan mengangkat badan Ajeng.

“hei… kenapa ? “ Ajeng bertanya dengan tersenyum kecil

Aku hanya membalas senyumannya dan kemudian menggendongnya. Aku berjalan ke arah tempat tidurnya. Kubaringkan dia di ranjang dan kuciumi lehernya dengan lembut. Ajeng memeluk badanku erat, dan membiarkan bibir dan lidahku bermain di leher dan buah dadanya. Setelah puas menciumi leher dan buah dadanya, maka kami pun berciuman dengan erat. Kami tampak seperti sepasang kekasih yang sudah lama berpisah dan baru bertemu kembali. Pada posisi itu aku pelan2 memasukkan penisku ke lubang vagina Ajeng. Aku bergerak maju mundur perlahan dalam posisi misionaris. Ajeng memelukku erat. Sekilas kulihat matanya terpejam dan dia menggigit bibir bawahnya.

“Terusin sayang… jangan lihat mukaku terus..” Ajeng rupanya sadar kalau aku memperhatikan wajahnya. Setelah mencium keningnya yang basah oleh keringat, lalu aku melanjutkan menggerakkan penisku maju mundur di dalam lubang vaginanya.

Tiba2 Ajeng menjambak rambutku.

“mmmh… sedikit lagi sayang…. Sedikit lagi….” Mengetahui bahwa sedikit lagi Ajeng akan orgasme, aku mempercepat frekuensi gerakan penisku. Tangannya semakin erat menjambak rambutku dan…

“Aaaahhh… mmmhh……. Aaahhh…” Ajeng memekik mengikuti irama gerakan penisku. Dia tampaknya tidak peduli dengan suaranya yang keras itu. Dia tidak peduli suaranya terdengar orang lain. “Aaaaaaaah…..” Ajeng tiba2 berteriak dengan sangat keras dan badannya menjadi lemas lunglai. Aku tidak peduli dengan keadaannya dan terus menggerakkan penisku. Tak lama kemudian aku buru2 mencabut penisku keluar. Dan spermaku keluar dengan deras. This is the best sex I ever had.

Kami berdua berpelukan dengan badan yang basah oleh keringat. Kami berciuman sangat lama. Waktu serasa berhenti. Entah kenapa kami yang dulu hanya teman, berubah semuanya setelah kejadian itu. Dan tidak terasa aku dan ajeng pun tertidur…………..



Aku dan Ajeng

based on 99998 ratings.

5 user reviews.

.